<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dirty Little Secret.......</title>
	<atom:link href="http://emptydishes.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://emptydishes.wordpress.com</link>
	<description>empty dishes</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Mar 2011 00:10:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='emptydishes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2d4a9c4279e94f8e55310efe3616e4a3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dirty Little Secret.......</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://emptydishes.wordpress.com/osd.xml" title="Dirty Little Secret......." />
	<atom:link rel='hub' href='http://emptydishes.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>drive angry, after over a month</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2011/03/31/drive-angry-after-over-a-month/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2011/03/31/drive-angry-after-over-a-month/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 00:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://emptydishes.wordpress.com/2011/03/31/drive-angry-after-over-a-month/</guid>
		<description><![CDATA[Well, apparently we found the match time to..em..watch this movie. It&#8217;s been a month for me to set the moment .it&#8217;s an easy movie, no need to think about the story line. Still amaze how long we take just to get into cinema, sit and eat pop corn n watch it. Was got many distraction [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=56&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Well, apparently we found the match time to..em..watch this movie. It&#8217;s  been a month for me to set the moment .it&#8217;s  an easy movie, no need to think about the story line. Still amaze how long we take just to get into cinema, sit and eat pop corn n watch it. Was got many distraction lol..still best day of my March so far&#8230;Ơ̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴̴̴͡ best date so far..
<p><a href="http://emptydishes.files.wordpress.com/2011/03/img00600-20110331-0703.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://emptydishes.files.wordpress.com/2011/03/img00600-20110331-0703.jpg" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/e01/4040611/files/2011/03/img00600-20110331-0703.jpg" width="640" height="480" /></a></p>
<p>sHazY</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=56&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2011/03/31/drive-angry-after-over-a-month/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emptydishes.files.wordpress.com/2011/03/img00600-20110331-0703.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/e01/4040611/files/2011/03/img00600-20110331-0703.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World 8</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/10/13/hello-world-8/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/10/13/hello-world-8/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 03:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Tau rasanya jatuh cinta pada orang yang salah? Menyakitkan! Kalau aku maju,aku nekat menjalani ini, maka hasilnya bisa ditebak: aku akan berjalan diatas duri. Kalau aku mundur dan berbalik lari menjauh, aku akan membawa Franco dalam mimpi-mimpiku untuk beberapa tahun kedepan..Intinya: BRENGSEK!! Aku benar-benar kesal ngga keruan. Bagaimana bisa aku terbuai cinta yang ngga pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=30&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tau rasanya jatuh cinta pada orang yang salah? Menyakitkan!</p>
<p>Kalau aku maju,aku nekat menjalani ini, maka hasilnya bisa ditebak: aku akan berjalan diatas duri. Kalau aku mundur dan berbalik lari menjauh, aku akan membawa Franco dalam mimpi-mimpiku untuk beberapa tahun kedepan..Intinya: BRENGSEK!!</p>
<p>Aku benar-benar kesal ngga keruan. Bagaimana bisa aku terbuai cinta yang ngga pernah aku dapatkan? Bagaimana bisa aku terus bergumul dalam romantisme khayalan yang kubangun dan kubuat sendiri? Yang lebih canggih lagi: Franco ngga perrnnaahh bilang AKU CINTA KAMU, dan aku tetap menancapkan kakiku di Wina..Sinting…Otakku pasti goyang-goyang kayak sepiring Jelly-O..giggle-giggle kesana kemari..</p>
<p>Badanku meriang. Aku kurang tidur. Aku lelah menangis meratapi kenyataan bahwa ada banyak hal yang harus aku benahi untuk bisa bersama Franco. Kalau aku meninggalkannya, aku hanya harus membenahi bil hotel dan tiket pulang ke Bangkok..Nggak ribet banget sih..</p>
<p>Akhirnya ada juga kejadian yang merobek tampungan air mataku.</p>
<p>Malam ini, ponselku kedap-kedip saat aku bengong di kamar hotel. Abby menelfon.</p>
<p>“Zee…ehmm..haiii…” aku yakin dia bilang hai dengan bibir jebleh kebawah.<br />
“Apaan. Aku mau bobo..udah kelar belom urusanmu?”<br />
“Ehm..ehemm…ini bukan tentang aku Ze..ini…uhm…ada cowokmu disini…”aku mendadak terserang malaria. Entah kenapa rasanya panas dan dingin di wajah dan tubuh seketika menjalar. Aku shock!</p>
<p><span id="more-30"></span>“Zee..?” suara itu seperti mau marah, sekaligus cemas dan bingung. My GOD!<br />
“Yuma…” napas sesak! Rasanya Yuma ada di depanku, meski aku yakin se yakinnya, kemarin Abby masih di Bangkok dan aku sudah di Wina. Artinya, DIA JAUH.</p>
<p>“Zee…kamu dimana?Ada apa kamu menghilang begini?Aku text kamu berkali-kali ke nomer kamu yang biasa nggak ada jawaban. Aku ke apartemen dan yang buka Dominic. Aku hubungi Mama kamu dan dia kebingungan kamu nggak ada. Apa kamu ngga menghubungi siapapun waktu pergi ke sana? Kamu di Wina?”Aku diam. Dadaku serasa tertiban benda berat. Rasanya panik banget!</p>
<p>“Ya…”dan kejujuran kecil membuka malapetaka.</p>
<p>“WINA?AUSTRIA?Gila kamu ya!Kenapa kesana?ada apa?Aku ke kantormu, dan Gerogie gendut bilang nggak ada tugas kemanapun!Apa-apaan sih kamu Zee!” Yuma mulai membentak kesal. Aku tak bisa menyalahkannya. Siapa yang nggak kesel kalo pacarnya ngilang tiba-tiba dan pas nemu nomer ponselnya, dia ada di Wina, ribuan kilo dari tempat dia berpijak? P.S: Ngga ada kabar berita pula perginya!</p>
<p>“Aku…ada urusan yang harus aku selesaikan disini…”jawabku ngga bisa berbohong. Aku merasa masalah ini emang berat banget. Rasa cinta yang aku punya seolah membuat diriku membelah jadi dua. Seolah aku punya dua kepribadian yang sama-sama aktif dan sadarnya dalam menjalani kehidupan yang sama dalam hari-hari seorang Zee,serem kan?</p>
<p>“Urusan apa? Pernikahan kita? Zee….kita sebentar lagi menikah! Kamu ada disana jauhnya, sepenting apaan sih urusan kamu?Apa yang kamu kerjain disana?Apa itu ada hubungannya dengan pernikahan kita?” cecar cowokku yang baik hati dan sabar itu. Aku menunduk memandangi perutku. Pengen banget nekuk badan jadi kecil dan masuk ke dalam perutku sendiri..biar amblas dari muka bumi ini!</p>
<p>“Ada..Ini ada hubungannya dengan pernikahan kita nanti…”jawabku lirih. Sebenernya sih, sambil menangis. Aku nyesek banget tau!</p>
<p>“Kenapaaa?Ada apa sih?! Zee…don’t tell me you change your mind! What is wrong with you!!” Yuma mulai histeris. Aku menangis, makin keras.</p>
<p>“I’m sorry…!Okay?I’m sorry!! Aku ngga tau aku kenapa!Aku ngerasa ngga tenang aja kalo belum membereskan masalah ini disini, Yuma..Please…ngertiin aku..Aku ngga bilang pernikahan kita batal! Aku Cuma mau selesaikan urusanku disini, dan abis itu aku pulang…”jawabku terbata-bata.</p>
<p>“Siapa……”suara Yuma mengecil. Nyaris tak kudengar dengan jelas.<br />
“Apa?” tanyaku mengulang.<br />
“Siapa dia…?”lidahku mendadak kaku. Jantungku berhenti berdegup. Rasanya ngga percayya ditembak begini rupa. Aku ngga akan tega bilang ada Franco dalam kepalaku!</p>
<p>“Aku harus pergi…Aku baik-baik saja Yuma…Kalau urusanku selesai, aku akan pulang…” aku ngga bilang: Tunggu aku, Aku janji, Aku sayang kamu, atau hal lain yang membuat Yuma layak menunggu kepulanganku. Aku nggak bisa menjanjikan apa-apa lagi, saat Yuma sudah mengetahui aku pergi dikala cincin tunangan ini masih tersemat di jariku. Yuma ngga pantas mendengarkan janji dari mulutku..aku ngga pantas mengucapkannya…</p>
<p>Malam itu, tangisku pecah sejadi-jadinya….</p>
<p>Bel kamar hotel berbunyi. Dengan malas aku turun dari ranjangku, mengintip siapa yang datang. Mata sembapku menangkap citra Franco berdiri tegap didepan pintu. Tangaku refleks membuka kunci, dan kakiku menyeret tubuhku kembali ke tempat tidur. Tak ada dialog pertemuan penuh cinta kasih dan membara. Franco hanya mendapati cewek sinting yang mengejarnya ribuan kilometer dari rumahnya sedang kusut dan berantakan. Aku masuk kedalam selimut tebalku..air mata kembali mengucur tak terbendung.</p>
<p>“Zee…?” aku diam. Suara tangisku rasanya sudah mewakili perasaanku yang remuk redam.<br />
“Zee..?Kenapa sih?”aku diam. Kali ini, aku mengeluarkan PDA dan menampilkan beberapa email Yuma untukku setelah percakapan semalam. Intinya: Dia murka aku kabur di bulan terakhir menjelang pernikahan, dan dia meminta penjelasanku. Yuma sadar ada laki-laki lain dalam hidupku, dan dia mau aku memberi kepastian padanya.</p>
<p>Franco terdiam. Ia seperti membaca surat putus cinta dari kekasih yang ngga terlalu dicintainya. Wajahnya ngga terlalu terpukul, lebih tepatnya, dia Cuma terlihat bingung. Nggak ada perasaan miris yang lebih medalam lainnya.</p>
<p>“Aku ngga bisa bilang apa-apa…”jawab Franco.<br />
“Aku juga ngga minta kamu bilang apapun.” Jawabku.<br />
“Kenapa kamu ngga pulang aja?”<br />
“Kamu mau aku pergi?Benar begitu?”<br />
“Aku ngga mau kamu pergi, Zee!Aku Cuma berpikir, kalau kamu pulang, mungkin bisa menyelesaikan masalah?”<br />
“Sama aja kamu suruh aku pergi!”<br />
“Maksudku bukan pergi dari aku!”<br />
“Ya terus apa dong namanya!Kamu kan ada disini! Kalau aku pulang artinya aku ninggalin kamu! Artinya aku pergi dari kamu ‘kan?!”<br />
“Kamu kok childish banget sih! Aku Cuma pengen kamu beresin masalah kamu!”<br />
“Kamu juga sumber masalah aku tau!”<br />
“Kenapa jadi bawa-bawa aku sih?!”<br />
“Loh, iya dong! Aku kesini buat siapa! Buat kamu kan?!”<br />
“Zee, kamu kan tau aku juga ada masalah disini!Kenapa jadi aku dibebanin sama masalah lain sih!”<br />
“Oh..gitu ya..jadi sekarang aku orang lain?masalah lain?”<br />
“Bukan gitu..aku kan punya masalah penting yang harus aku selesaikan..Udah bertahun-tahun tertunda. Kalau aku ngga beresin, bakalan mudah ditambahin sama masalah ngga penting lainnya, dan akhirnya jadi gede…”<br />
“jadi aku ngga penting?”<br />
“Aku nggak bilang gitu!”<br />
“Kamu emang ngga bilang gitu! Tapi cara kamu ngomong bilang seperti itu!”<br />
“Zee kamu apa-apaan sih!”<br />
“kamu yang apa-apaaaannnn!!!”jeritanku memekik memenuhi kamar. Aku terus memekik dan menjerit. Kubanting pintu kamar mandi dan mendekam didalamnya. Aku pusing dan ruwet!</p>
<p>Berendam dalam air hangat sambil menangis berjam-jam rasanya meringankan masalahku. Rasanya lebih lumayan. Paling nggak, dengan menangis, aku bisa membayangkan situasi dan kemungkinan apa yang aku dapat dari masalahku ini. Aku bisa meraba solusi dari masalahku sehingga aku bisa memilih harus melakukan apa. Franco membuka pintu kamar mandi.</p>
<p>“Udah enakkan?Lama banget mandinya…”tanyanya hati-hati. Aku menghapus air mataku. Kurendam setengah wajaku dalam tumpukan busa sabun yang melimpah.<br />
“Kamu manis banget…kayak iklan sabunnya Rachel Weiz aja..”Franco mencoba menghiburku. Aku Cuma nyengir. Masih lemas karena menangis semalaman.<br />
“Matamu kayak ikan mas koki. Lucu..Suara kamu juga jadi serak gitu..nangisnya sambil teriak-teriak sih…”<br />
“Abis aku kesel banget…”sahutku pelan. Franco tersenyum manis. Ia masuk kedalam kamar mandi.Kami ngobrol santai, lumayan membuatku tenang.<br />
Rasanya air di bak mandi ini sudah cukup dingin..saatnya berbilas. Sudah cukup segar.<br />
“Hei..keluar dulu..Aku mau bilas nih…”kataku. Franco keluar kamar mandi.</p>
<p>Berbilas dibawah pancuran dengan suara air yang deras mengguyur membuatku lupa akan segala kepenatan. Air yang mengguyur ujung rambut hingga ujung kaki kemudian mengilang masuk dalam lubang air seolah ikut membawa pergi masalahku..Lama rasanya kunikmati kehangatan pancuran..Segar, bersih..<br />
Saat aku berbalik meraih handuk, Franco sudah ada disana. Aku terdiam, kaku. Franco menatapku dalam. Ia membalutkan handuk itu ketubuhku. Dipeluknya pinggangku. Tanganku meraih lehernya. Dan kami sudah berpagutan..semua rasanya cepat sekali..karena aku sudah mendarat dilantai kamar mandi dengan Franco diatasku…</p>
<p>Kupandangi wajahku di kaca bedak, mataku masih sebesar ikan mas koki. Sudah sipit, tambah ilang aja mata ini..Jelek.<br />
“Sudah bangun?” suara Franco menggeliat disampingku. Aku mengangguk menatapnya mesra. Rasanya sungguh seperti mimpi.<br />
“Hmm…you’re great..really great as I imagine…” desahnya. Wajahku bersemu merah. Kubaringkan kepalaku dibantal disampingnya.<br />
“Aku nggak sangka rasanya begitu dasyat,Zee..Aku sudah lama ngga bercinta…Rasanya luar biasa…”Franco menatapku dengan jutaan bintang berbinar dimatanya. Aku makin ge er.<br />
“Kamu juga hebat…rasanya bener-bener kayak mimpi..Aku ngga pernah berani ngebayangin bagaimana rasanya bercinta denganmu karena aku ngga mau berharap terlalu tinggi akan hubungan ini..rasanya gila banget…”bisikku. Franco terkekeh. Dikecupnya bibirku dengan lembut.Aku kembali melayang-layang terbentur langit-langit kamar hotel.<br />
“Sayang banget..kamu ada yang punya….”matanya mengerling genit. Tapi candaan itu justru menyentak hatiku. Aku mendadak ilfil berat!<br />
“My God! Bisa ngga sih kamu nggak usah mengatakan kalimat yang bikin drop gini! You really cut the moment!Gila ya!”sungutku kesal sambil mulai meraba-raba mencari bajuku.<br />
“Aduh….sorii..sorii!” Franco menyadari kalimatnya dan dia berusaha meraih tangaku untuk kembali duduk disisinya. Aku menepisnya.<br />
“Gila ya!Aku melakukan apapun buat kamu! Dan kamu dengan entengnya bilang begitu!Apa kamu ngga berpikir aku bakalan sakit?Apa kamu pikir apa yang kita lakukan tadi itu nggak ada artinya?!!”<br />
“Zee…sori…soriii! Aku nggak sengaja!Aku kelepasan!”<br />
“Apaan yang kelepasan!Kamu jadi bikin aku ngerasa bersalah tau!” aku kembali menangis. Mendadak aku mengingat Yuma dan semua cinta kasihnya untukku. Aku merasa seperti domba tolol yang sudah bersedia dicukur bulunya oleh gembala lain, sementara pemilikku membutuhkan buluku untuk kehangatan tubuhnya. Stupid dan idiot..!<br />
“Zee..aku benar-benar minta maaf…”<br />
“Udahlah..aku yang minta maaf…aku ngga seharusnya masukin kamu dalam masalah ini…”potongku kesal. Aku muak dengan segala pertengkaran dan kebodohan ini.<br />
“Zee…aku nggak maksud bikin kamu sakit hati..”<br />
“Nggak apa-apa,Franz. Aku nggak segitu pentingnya buat kamu pikirin..santai aja…”kuhembuskan asap rokok yang kubakar. Ingin kuhisap sekali habis dan menggantikannya dengan batang rokok berikutnya. Emosiku naik turun!<br />
“Kamu berharga buat aku, Zee…”<br />
“Setelah kita tidur bersama, kamu ungkit kalimat itu..apa kamu pikir aku ngga seperti orang bodoh?Apa aku masih punya harga diri?”aku bicara seolah pada diriku sendiri.<br />
“Zee….aku salah…aku benar-benar nggak sengaja. Aku Cuma bercanda…”<br />
“Jadi aku harus apa, Franz?Aku harus apa?Kenapa kamu jadi bikin aku merasa bersalah gini sih?”<br />
“Zee..udah deh!”<br />
“Aku jadi nggak enak sama kamu!Aku jadi feel guilty banget tau!”<br />
“Zee!Sekarang aku tanya!Apa kamu mau ninggalin Yuma?Enggak kan?”aku melotot kaget.<br />
“Teganya kamu tanyakan hal itu ke aku!”<br />
“Enggak kan?Kamu nggak bisa kan, Zee?”aku terdiam..</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Franco pergi dari kamarku. Aku tak bicara apapun sejak kalimat terakhir yang diucapkannya. Aku menangis. Aku nggak sangka, akhirnya aku harus memilih. Seperti Abby yang harus memilih Ray atau Killa, aku harus menentukan pilihanku pada salah satu diantara Yuma dan Franco. Kalau harus memberikan pertanyaan yang sama, Franco akan lebih mudah menjawabnya. Ia dan istrinya tengah memikirkan proses bercerai yang aman dan damai. Aku?Aku masih punya Yuma! Aku masih punya keluarga besar kami yang tengah menyiapkan hari bahagia kami beberapa minggu lagi!</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=30&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/10/13/hello-world-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HELLO wORLD7</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/10/13/hello-world7/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/10/13/hello-world7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 03:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Abby cerita panjang lebar waktu akhirnya kita berhasil chatt.. Aku melihatnya mengerang-erang di webcam. Nggak sangka ternyata cewek super seperti Abby bisa kelimpungan juga karena cinta. Setelah satu tahun pacaran, Abby membelah hatinya (kedengarannya seperti amoeba ya?) untuk Ray dan Killa. Bahayanya lagi, cowok ganteng bernama Killa ini nggak lain adalah sahabat kental Ray. Kemana-mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=28&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abby cerita panjang lebar waktu akhirnya kita berhasil <em>chatt.</em>. Aku melihatnya mengerang-erang di <em>webcam</em>. Nggak sangka ternyata cewek super seperti Abby bisa kelimpungan juga karena cinta.</p>
<p>Setelah satu tahun pacaran, Abby membelah hatinya (kedengarannya seperti amoeba ya?) untuk Ray dan Killa. Bahayanya lagi, cowok ganteng bernama Killa ini nggak lain adalah sahabat kental Ray. Kemana-mana Ray dan Killa selalu berdua. Jarang banget berpisah. Biasanya mereka berpisah kalau Ray sedang menyalurkan kebutuhan biologis dan gelora masa mudanya dengan Abby. Itu juga cuma misah ruangan, alias tetap saja Killa ada dalam radius 200 meter. Mulanya Abby risih, aktifitas se private itu masih harus dihiasi dengan keberadaan Killa disana. Belum lagi Ray selalu memuji kehebatan Abby di ranjang, didepan Killa! Rasanya Abby seperti telanjang didepan umum!</p>
<p><span id="more-28"></span>“Tau ngga sih, rasanya kayak Maria Ozawa ditonton rame-rame!Ih…menjijikkan!” gerutu Abby padaku.</p>
<p>Entah kenapa, Killa terlihat seperti tak terganggu dengan kemesraan Abby dan Ray. Siapa sih yang tahan untuk tidak mencium dan memeluk cowok putih, wangi, bersih, manis dan penuh gairah? Abby selalu berusaha menunjukkan gairah cintanya pada Ray didepan Killa, tapi cowok itu terlihat menikmati ‘kebersamaan’ mereka bertiga. Nonton DVD bertiga di satu sofa, kemana-mana satu mobil, mengantar Abby siaran atau belanja, Killa-Ray menjadi pasangan yang serasi. Bahkan setiap Ray datang saat Abby kumpul dengan teman-temannya, Killa selalu ada disana. Untungnya Ray tidak terlihat seperti seorang biseks, dengan orientasi seksual yang sana-mau-sini-mau, sehingga Ray tidak pernah menjadi gunjingan orang saat berjalan dengan Killa dan Abby sekaligus. Killa sendiri juga tidak terlihat demikian. Mereka sempurna…</p>
<p>Tapi yang tidak sempurna adalah Abby. Disaat cinta Abby-Ray merekah dengan indahnya, Killa yang<em> macho</em> dan<em> cool </em>seolah bergentayangan dibenak Abby. Keseharian mereka yang selaluuu…bersama, membuat Abby jadi terbiasa membagi dirinya. Hanya masalah seks saja yang terlihat jadi pagar untuk Abby dan Killa. Tapi disemua pihak, Ray terlihat tidak keberatan kalau Killa menggantikan posisinya. Belakangan, saat Ray sudah mulai fokus dengan bengkel mobilnya yang tengah berkembang, Killa mendampingi Abby kemana-mana. Abby berpikir, ini adalah sisi kepribadian Ray yang tidak ditemuinya dari diri pacarnya itu. Killa yang cowok banget, terkesan <em>manly</em> dan selalu ada untuk dia dan Ray.</p>
<p>“Terus apanya yang heboh?Apanya yang <em>urgent</em>?” tanyaku tak sabar. Abby bercerita terlalu melo-dramatis, terlalu mendayu-dayu. Aku sudah tak sabar untuk tiba di pokok persoalan. Aku ‘kan bukan psikiater yang dibayar per jam sekian dolar untuk mendengar pasien termehek-mehek?</p>
<p>“Hah…nggak sabaran banget sih!Jadi gini loh..kemarin itu, pas aku akhirnya berhasil dapat tiket <em>premier</em> Jumper, akhirnya aku dan Killa nonton berdua. Di dalam bioskop aku refleks pegang tangan dia. Abis gimana, kebiasaan sama Ray sih. Ternyata, refleks yang lain juga ikutan. Refleks tubuh, refleks bibir..semuanya…jadi, kesimpulannya, aku sudah cium Killa…oya, untuk catatan: di bibir.” Jelas Abby. Aku diam cukup lama. Ehm, apa dayaku untuk memberi nasehat pada seorang Abby, kalau masalahku tidak jauh berbeda dengannya?</p>
<p>“Zee…?Hellowwww? Denger nggak sih? Aku cium Killa di bibir!” serunya setengah memekik. Aku menarik napas panjang.</p>
<p>“Heh, bocah. Memangnya hanya kamu yang perlu dikasihani? Aku juga sedang sekarat, tau! Aku sedang dalam zona berbahaya! Aku masuk kedalam teritorial peperangan, dan aku nekat berjalan di taman ranjau demi cinta manusia yang ngga jelas apa dia cinta aku atau enggak…”</p>
<p>“Loh, kok gitu sih? Bukannya kalian mau menikah?” tanya Abby.</p>
<p>“Sama siapa dulu…aku kan kesini bukan sama tunanganku…” jawabku tanpa dosa.</p>
<p>“<em>So</em>…?Siapa?”</p>
<p>“Ada cowok lain..Franco…”</p>
<p>“Aku perah kenal?” tanya Abby, suaranya meruncing karena ketertarikannya.</p>
<p>“Mungkin ya, mungkin tidak…”</p>
<p>“Astaga,Zee! Kalian kan…maksudku, kau kan mau menikah dalam tahun ini juga?” Abby mendadak panik, seolah lupa akan kemalangannya, atau mendadak bahagia karena ada yang lebih merana dari dia..</p>
<p>“Iya, mungkin. Aku merasa harus mengejar apa yang hatiku katakan, sebelum akhirnya aku menyesali pernikahan yang akan terjadi itu…” suaraku mendadak berat. Antara menyesal ada ditempat yang begitu jauh karena mencintai orang yang salah, dan kesal karena rasa cinta itu begitu menggelora dan nikmat.</p>
<p>“Wow…aku pikir Cuma aku yang sial dan merana..Tunggu dulu! Aku yang interlokal kan?! Terus nasibku gimana? Ray dan Killa harus kuapain nih?” Abby sadar akan pokok masalahnya. Aku nyengir mendengarnya.</p>
<p>“Abby, kalau hatimu merasa mantap jalan dengan Killa, kenapa harus bertahan dengan Ray? Kalau kau Cuma mau <em>have fun</em> dengan Killa, jangan terlalu lama. Kau harus tau, sebaik apapun hubungan laki-laki, mereka akan bertengkar karena seorang wanita. Jadi ngga menutup kemungkinan, meski Killa dan Ray kelihatannya <em>best-buddies</em> banget, mereka bisa aja saling ngejatuhin demi kau..”</p>
<p>“Jadi keputusannya gimana dong? Aku jalanin dulu dua-duanya?” desak Abby.</p>
<p>“Terserah juga sih…kalau kuat?kenapa enggak? Asal tau aja, kalau suatu saat Killa menuntut komitmen yang lebih darimu, jangan pernah nyesel karena udah membuka pintu gerbang hatimu. Laki-laki ngga selamanya bisa jadi mainan kan?Mereka punya ego, butuh pengakuan…hati-hati loh…”saranku.</p>
<p>“Terus, apa yang akan kau lakukan dengan Frans mu?” tanya Abby padaku.</p>
<p>“Belum tau..Aku masih ingin memikirkannya…”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=28&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/10/13/hello-world7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World 6</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/26/hello-world-6/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/26/hello-world-6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 16:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Sore di Wina yang bersih dan segar. Aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa sih nggak ada negara sebersih dan se tertib ini di Asia? Mungkin Singapore bisa jadi percontohan terbaik untuk urusan ketertiban dan kebersihan. Tapi kayaknya sih, masih jauh lebih bersih Wina. Aku suka kota ini. Selain ada Franco disini, aku juga bisa menikmati telusuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=16&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore di Wina yang bersih dan segar. Aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa sih nggak ada negara sebersih dan se tertib ini di Asia? Mungkin Singapore bisa jadi percontohan terbaik untuk urusan ketertiban dan kebersihan. Tapi kayaknya sih, masih jauh lebih bersih Wina. Aku suka kota ini. Selain ada Franco disini, aku juga bisa menikmati telusuran kota tua yang indah, persis seperti deskripsi buku roman dengan latar tempat Eropa nya Eric Seagal atau Danielle Steel. Hmm&#8230;</p>
<p>( penggalan lagu ‘This Love’ Maroon Five berbunyi, menandakan ada pesan singkat alias SMS masuk.)</p>
<p>Siapa SMS hari gini? Aku sudah bilang pada Atha kalau aku sedang liburan ke Eropa, aku sudah ijin pada Bos Georgie yang gendut dan manis kalau aku butuh 10 hari istirahat karena mendadak kram otak menggarap iklan sabun kecantikan dengan nilai prestis tinggi dan klien yang tidak kooperatif serta bintang iklan yang sok tahu dan merendahkan profesi lain selain menjadi model otak udang. Aku juga sudah titip rumah pada Nannie—tetangga sebelah yang orang Filipina itu, dan Nannie saat ini pasti sedang bermesum ria dengan pacar Portugis nya, Dominic (<em>aku sempat kesengsem berat sama cowok itu..</em>).</p>
<p><span id="more-16"></span>Memang aku ngga pamit sama Ibuku kalau aku ke Eropa. Buat apa? Ibu kan sedang sibuk dengan semua klien beratnya. Profesi pengacara Handal (<em>ucapkan dengan huruf L yang panjang!</em>) membuat Ibu kadang membaca pesan SMS ku di ponsel <em>“khusus keluarga”</em> nya seminggu setelah aku mengirim pesan. Atau membalas e-mail ku setelah deretan e-mail kliennya yang jumlahnya puluhan itu sudah dibaca dan dibalas. Artinya, kalaupun kemarin itu aku kirim e-mail dan SMS untuk pamitan, maka Ibu akan membacanya tepat disaat aku pulang. Jadi, buat apa pusing? (lagian dia lebih sayang sama Bapak tiri ku yang baru, bayi kecil mungilnya yang baru saja di adopsinya, ketimbang putri 30 tahunnya yang sudah dewasa dan sok mandiri ini&#8230;.)</p>
<p>Emang sih, mereka punya nomer baruku di sini. Tapi aku udah bilang ngga mau di ganggu kecuali ada urusan emerjensi.Atau&#8230;.jangan-jangan&#8230;.</p>
<p><em>Aq lagi kabur nih. Ada masalah. Kau dimana, brengsek! Aku bel pintu rumah gak ada yang buka, Cuma didalem kayaknya ribut banget!buka pintu dong!urgent nih!!</em></p>
<p>Heh, siapa nih ngga tau diri langsung marah-marah? Nomernya sih aku kenal..tapi&#8230;</p>
<p><em>SORI!ini bukan nomer lokal nih! Kau dimana sih! Aku bisa telp kemana, detik in juga!Abby</em></p>
<p>Halah, kok tiba-tiba manusia aneh ini SMS aku sih! Oke, dia emang sahabat dari kecilku. Tapi dia juga manusia yang : S<em>elalu-akan-selamanya-mendukung-apapun</em> yang akan aku lakukan. Artinya, apa yang ada di otak dan hatiku sama dengan dirasakan dan dipikirkannya. Artinya lagi, keberadaannya ngga dibutuhkan pada saat ini.</p>
<p>Cuma, Abby juga bukan manusia yang manja dan cengeng. Kalau sampai dia minta ketemu, pake embel-embel<em> urgent </em>segala, artinya ya beneran penting. Aduh, interlokal kan mahal banget&#8230;Gimana yah?</p>
<p>“Kau dimana sih?!” akhirnya aku memutuskan untuk bertemu muka dengan Abby, alias lintas <em>webcam</em>. Murah, tapi juga berkualitas.Siip!</p>
<p>“hehehe..kalau kau cari aku di Bangkok, kau ngga akan nemuin aku. Aku lagi di Wina..”</p>
<p>“Austria? Ngapaiin? Kenapa ngga ajak aku!”</p>
<p>“Ada misi yang harus kuselesaikan&#8230;udah deh ngga usah nanya misi apaan. Sekarang ngapain kau ngejogrok didepan kamar apartemenku? Ngga takut dikira<em> homeless</em> nih?” godaku. Abby tertunduk diam semenit. Dan (meski samar-samar) aku bisa melihat matanya berkaca-kaca.</p>
<p>“Aku ada masalah besar..Duh, kau kapan pulang sih, brengsek!” makinya.</p>
<p>“Masih lama lah! orang perginya juga baru kemaren, nyampenya juga baru tadi pagi! Tergantung bagaimana misiku berjalan!”</p>
<p>“Emangnya jauh-jauh kesana misi apaan sih? Emang pasti berhasil gitu?!” nada mengejek terasa kental dalam kalimatnya ini.</p>
<p>“ Mau berhasil, mau enggak, pokoknya aku masih lama disini. Lagian kan tadi aku udah bilang, kau ngga usah nanya ngapain aku disini. Udah deh, bentar lagi kau bisa masuk apartemenku. Cuma jangan kaget kalo ada cowok ganteng mondar-mandir penuh pesona didalam sana. Dia cowok tetanggaku tau, jangan di embat!” pesanku wanti-wanti. Abby mencibir jelek padaku.</p>
<p>“Oke&#8230;sepuluh menit lagi aku <em>online</em> lagi setelah aku bersih-bersih. Oya, bilang sama tetanggamu yang maniak sex itu untuk keluar dari apartemenmu, biar aku yang jadi satpam didalam sini. Aku ngga sudi dengerin musik <em>uh-oh-uh-oh</em> dalam keadaan luluh lantak begini!Cepetan telpon tetanggamu didalam!” aku terkekeh geli. Pasti tadi dia dengar Nannie sedang ber mesum ria dengan pacar seksinya. Rasain!</p>
<p>“Okeee&#8230;sepuluh menit lagi ya! Aku juga mau istirahat sebentar, mau bikin kopi. Kita ketemu 10 menit lagi, dan ngga pake bawel apalagi marah-marah. Langsung pada intinya aja kau kenapa&#8230;aku mau tidur abis itu tau, masih nge-<em>lag</em> nih!”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/emptydishes.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/emptydishes.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=16&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/26/hello-world-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World 5</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/26/hello-world-5/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/26/hello-world-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 16:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Waktu dan tempat kadang mengganggu mobilitas seksual. Mungkin juga jetlag yang akhirnya menahan serbuan ciuman dan lidah-lidah yang saling berebut menari-nari dan tarik ulur di sekitar rongga mulut kemudian bertransformasi menjadi aktifitas seksual dewasa. “ Sorry&#8230;” bibir itu akhirnya bisa terlepas dari mulutku. Aku terengah gerah, lemas, tak berdaya, namun libido tak kunjung naik. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=15&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu dan tempat kadang mengganggu mobilitas seksual. Mungkin juga <em>jetlag</em> yang akhirnya menahan serbuan ciuman dan lidah-lidah yang saling berebut menari-nari dan tarik ulur di sekitar rongga mulut kemudian bertransformasi menjadi aktifitas seksual dewasa.</p>
<p>“ Sorry&#8230;” bibir itu akhirnya bisa terlepas dari mulutku. Aku terengah gerah, lemas, tak berdaya, namun libido tak kunjung naik. Aku nyerah deh!</p>
<p>“ Nggak apa-apa&#8230;Aku tau kamu sedang jetlag.. Mendingan kamu tidur. Aku disini&#8230;” Franco tersenyum menatap wajahku, yang mungkin warnanya sudah kuning kebiruan. Aku terdiam. Kusentuh wajahnya perlahan.</p>
<p><span id="more-15"></span>“Ada apa?” tanya Franco pelan. Matanya sayu menatap mataku, sambil tersenyum, sekali lagi.</p>
<p>“ Ngga ada apa-apa sih..Cuma ngga percaya aja, ada kau disini dan bibir itu habis melumatku..Rasanya mimpi&#8230;” jawabku sambil terus mengatur napas setelah sepuluh menit berolahraga bibir.</p>
<p>“Hei, membakar kalori juga bisa lewat berciuman kan?” aku menatap mata gelapnya didalam dekapannya.</p>
<p>“Yea..tapi nggak sangka bibirmu yang habis menempel disini&#8230;” tandasku. Franco terdiam, kali ini ganti meraba wajahku..bibirku&#8230; Degup jantungnya berdetak lembut di telingaku.</p>
<p>“Zee&#8230;apa kau benar-benar tergila-gila padaku, maksudku, apa kamu nggak membesar-besarkan perasaan itu? Kamu cuma bikin aku ge er aja kalii&#8230;Ya kan?”<em> shit, kenapa membunuh suasana romantis sih!!</em></p>
<p>“ Apa kedatanganku kesini masih belum juga bikin kamu yakin kalo aku beneran tergila-gila sama kamu? Apa aku harus teriak-teriak di depan kedutaan sambil bawa spanduk bertuliskan ‘<em> I Love Franco</em>’ untuk bikin kamu yakin bahwa perasaan yang ada di dada ini beneran, asli, original?” dengusku kesal.</p>
<p>“ Maksudku&#8230;rasanya kok kayak mimpi. Kayaknya kamu ngga bakalan pernah mungkin suka sama aku deh..maksudku, ngga mungkin se tergila-gila ini&#8230;”</p>
<p>“ Maumu aku ngapain? Cuma main-main, iseng, cari kegiatan pengisi waktu luang sebelum kawin sama tunanganku, gitu?”</p>
<p>“Bukan itu maksudku, Zee&#8230;dari dulu aku kirim sinyal suka sama kamu, tapi kamu ngga nanggepin. Sekarang, saat suasana ngga tepat begini, kamu malah datang ke aku sejauh ini, bener-bener ngga nyangka aja&#8230;” aku mendengar nada ge er dalam kalimatnyaaa!</p>
<p>“ Aku mendengus bau ge er nih&#8230;.” sindirku. Spontan tubuhku menjauh dari dekapannya. Aku alergi orang GR!</p>
<p>“ Jangan gitu dong, Z! Aku Cuma ngga yakin aja! Ini semua kayak mimpi!” Franco berdiri dari duduknya.</p>
<p>“ Kayak mimpinya kamu itu merusak suasana romantis yang beberapa menit lalu tercipta deh!” aku ikut berdiri dan membantah dengan wajah nyinyir. Dasar rese!</p>
<p>“ Kalau kamu selalu ngga bisa nahan tantrummu, semua suasana indah bisa jadi berantakan tau!” tudingnya. Beraninya!</p>
<p>“ Aku? Tantrum? Emangnya aku anak 4 tahun! Coba ya, tadi siapa yang taro bibir di dalam mulutku, trus siapa yang mendadak bilang ‘kayak mimpi,’ ‘membesar-besarkan perasaan’&#8230;Tolong yah, untuk punya perasaan kayak gini aja aku ngga pernah mimpi, apalagi mau membesar-besarkannya!” oke, adrenalinku terpacu!</p>
<p>“ Loh, aku kan merasa tersanjung! Makanya aku bilang : APA KAMU NGGA MEMBESAR-BESARKAN PERASAAN AJA? Tau ngga sih makna yang tersirat didalamnya? Aku merendahkan diri! Bukannya GR!” <em>peter pointer sudah mulai main tunjuk!</em></p>
<p>“ Kalau kamu merendahkan diri, itu bisa ada dua arti tauk! Kamu ngga PD atau kamu merasa aku ngga pantes buat kamu! Turunkan jari telunjukmu!” bentakku.</p>
<p>“Itu kesimpulan dari mana sih! Aku ngga pernah ngerasa gitu kok!” bantahnya.</p>
<p>“Udah deh! Emang salah banget nih aku kesini bela-belain dateng, untuk cowok yang ngga pernah bisa nangkep sinyal cinta dari cewek! Batu!”</p>
<p>“Eh, sori ya, cewekku banyak! Aku bukan batu!” wajah bangganya bersinar-sinar seolah ia berdiri dibelakang kampu disko yang gemerlap saat mengucapkan ‘cewekku banyak’!</p>
<p>“Pantes istri kamu minta cerai, kamu playboy!”</p>
<p>“ Kalo udah tau kenapa kamu tetep disini juga! Kenapa kamu dateng kesini!”</p>
<p>“Ngga tau! Makanya aku bilang aku pusing! Aku ngga tau kenapa aku ada disiniiiiii!!!!” teriakan terakhirku menghentikan segalanya. Kudorong tubuhnya saking kesalnya. Franco jatuh ke sofa, dan kami berguling sekali. Dan bibir itu kembali menyumbat mulutku, dan tiba-tiba kaosku terbang melayang..tangan-tangan berlomba saling meraba-raba dimana bentuk tubuh seolah saling dikenali&#8230;. Dan kemudian kami saling dorong ke atas tempat tidur, dan akhirnya..ha..akhirnyaa&#8230;. aktivitas seksual akan segera dimulai&#8230;.!</p>
<p>Tak pernah disangka Franco benar-benar membuatku terbuai. Rasanya melayang menembus langit-langit saat dekapan, ciuman, dan rabaannya menjelajah tubuhku..dengus napasnya seolah ritme irama indah yang akan segera memacu tarian erotis dewasa kami..wow, pikiranku sudah mulai kemana-mana! Oke, rasanya cukup pemanasannya, kita langsung ke permainannya!</p>
<p>“Tunggu&#8230;” aku melepaskan pagutan bibir Franco dengan lembut. Franco menatapku tak mengerti. Dada bidang berbulunya seolah menatapku tak terima atas postpone mendadak ini.</p>
<p>“Sebentar&#8230;aku cari <em>rubber</em> dulu&#8230;dimana ya&#8230;” aku membungkuk meraih koperku, dan tak kutemukan disana. Aku beralih ke kotak make up di kamar mandi, biasanya ada beberapa bungkus pengaman yang selalu kuselipkan disana. Nggak ada! Aduh dimana sih benda-benda itu saat aku membutuhkannya!</p>
<p>Aku berlari ke sofa. Disitu ada tasku, mungkin disitu ada. Aku bongkar tas, kotak kecil tempat obat, dompet kecil tempat cadangan celana dalam, dompet berwarna kuning tempat aku menyimpan tampon, aku bongkar semuanya, tapi hasilnya nihil!</p>
<p>Aku membungkuk ke bawah sofa, kemudian merogoh-rogoh di bawah tempat tidur, tetap saja tidak ada! Aku ilfil berat!</p>
<p>“Zee&#8230;mungkin ini bisa ditunda nanti ya&#8230;atau kapan-kapan&#8230;” suara Franco yang resah membuyarkan konsentrasiku.</p>
<p>“Eh..kenapa?” tanyaku. Franco menunjuk kebawah perutnya, rupanya jagoannya sudah layu.</p>
<p>“Aduh&#8230;maaf&#8230;Aku Cuma mau cari itu&#8230;karet penggaman&#8230;aduh maaf, Frans&#8230;Sori&#8230;” rasa sesalku takkan pernah setinggi ini! Disaat semua siap sedia, aku malah membuyarkan segala kesempatan untuk bercinta dengan Franco karena sebungkus kecil karet pengaman sialan!</p>
<p>“ Nggak apa-apa&#8230;waktunya memang nggak pas, Zee&#8230;Nggak apa-apa&#8230;.” Franco memunguti pakaiannya, mulai menata kembali keutuhan penampilannya. Aku menangis mendekap lutut telanjangku, mengutuk hilangnya karet pengaman sahabat baikku&#8230;IH!</p>
<p>Siang ini, Franco pulang ke rumahnya, dan aku tetap melanjutkan kegiatan sebelumya; menangis dan menyesal atas hilangnya karet pengamanku&#8230;.ihiks&#8230;.!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/emptydishes.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/emptydishes.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=15&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/26/hello-world-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World 4</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/24/10/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/24/10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 03:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[“Oke…oke… Sori..Aku ngga maksud bikin kamu ilfil, tapi kamu juga suka mancing kedaan jadi nggak kondusif, Zee..” suara Franco melembut. “Yea…whatsoever! Ngeselin banget sih!” .. dan aku tetap menguatkan intonasi. “Heh, kamu itu sebenernya kesel apa malu!”…dan dia menyahut dengan intonasi tinggi kembali! “ Kalau aku malu? Kenapa?” “Ya justru itu aku mau Tanya! Kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=10&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Oke…oke… Sori..Aku ngga maksud bikin kamu ilfil, tapi kamu juga suka mancing kedaan jadi nggak kondusif, Zee..” suara Franco melembut.</p>
<p>“Yea…<em>whatsoever!</em> Ngeselin banget sih!” .. dan aku tetap menguatkan intonasi.</p>
<p>“Heh, kamu itu sebenernya kesel apa malu!”…dan dia menyahut dengan intonasi tinggi kembali!</p>
<p>“ Kalau aku malu? Kenapa?”</p>
<p>“Ya justru itu aku mau Tanya! Kenapa juga kamu pake malu segala?”</p>
<p>“ Karena aku ngga tau kamu suka aku atau engga, tapi aku jauh-jauh dari Bangkok ke sini cuma buat ngejar-ngejar suami orang yang sebentar lagi mau bercerai! Dan aku menelantarkan janji nikahku yang tinggal beberapa bulan lagi demi membenarkan hatiku yang selalu ada gambar muka kamu nya!” aku memekik sambil lompat-lompat diatas sofa. Franco tertawa geli, puas sekali! Aku menimpuknya dengan botol air mineral yang isinya tinggal seperempat.</p>
<p><span id="more-10"></span>“Ouch! Oke..oke…bisa kita bicara serius sekarang? Kali ini please jangan pake marah..oke? Sekarang kamu bisa turun dari sofa dan kita bicara…”kali ini, suaranya persis seperti belasan tahun lalu, dimasa pertama kali kami bertemu.</p>
<p>Oke, singkat saja. Franco adalah teman <em>high school</em> ku dulu, sebelum aku pindah ke Bangkok. Kami hanya sempat berteman selama 1 tahun karena setelah itu dia menghilang entah kemana, ngga melanjutkan sekolahnya. Dan pada masa itu, aku sama sekali nggak naksir dia. Dia pacaran dengan teman sekolahku&#8212;tepatnya: teman-teman sekolahku.</p>
<p>Aku sebetulnya suka sama dia pada masa <em>high school</em> dulu. Tapi aku sudah punya cukup banyak pacar untuk diperhatiin. Bukannya sombong, apalagi bohong. Tapi aku Ratunya gonta ganti pacar waktu SMA. Rasanya rugi banget kalo ada cowok cakep yang ngga sempat jadi pacarku. Jadi pacaran bertahannya cuma 3 bulan aja..(<em>Ibu selalu malu kalau ditanya siapa pacarku. Habis dia ngga pernah inget sama semua cowok yang aku bilang ,” Pacar aku!”</em>). Jadi saat itu nggak mungkin rasanya mencoba merambah hati Franco, ditambah lagi saat itu dia jadi idola cewek-cewek di sekolahku. Pembawaannya yang kalem, simpel, <em>cool</em> dan jago basket. Siapa yang nggak mau dipacarin sama anak basket pada masa SMA?</p>
<p>Kemudian kami ketemu lagi saat seorang mantan cowok gebetan ku memberikan alamat e-mail Franco. Aku pikir, mengingat pada saat SMA aku dan Franco cukup berteman baik, kenapa tidak mengetahui kabarnya saat ini? Sudah sekitar 9 tahun tidak bertemu, pasti ada banyak cerita yang akan kami bagi bersama.</p>
<p>Akhirnya aku menambahkan alamat e-mail nya di<em> instant messenger</em> ku. Kita sering ngobrol setelah itu. Tapi kok lama-lama aku jadi suka sama dia? Apa ini rasa cinta yang ter tunda setelah sekian lama? Apa ini karena dulu aku sok jual mahal nggak mau terlibat rasa cinta sama Franco sehingga setelah sekian lama aku ngga ketemu dia, aku jadi jatuh cinta sama dia?</p>
<p>Aku bisa suka sama Franco, jujur aja, karena wajahnya yang ganteng banget. Suaranya jadi nilai plus buat aku, karena kupingku selalu terbuai dengan suaranya yang empuk dan dalam banget untuk di dengar. Lagian, Franco kalau dilihat-lihat mirip Craig David. Hehehe&#8230;.(<em>beneran loh aku nggak bohong!</em>)</p>
<p>Aku nggak tau apa yang disuka Franco dari aku. Aku nggak pernah nanya. Kalau aku tanya, seperti jawaban cowok standar lainnya, palingan karena aku baik, mau dengerin dia, mau bersimpati atas musibah dalam keluarganya, dan karena dia mau cerai dan kebetulan aku masuk kedalam kehidupannya&#8230;.yah, standar lah!</p>
<p>Coba kalau dia tanya aku, pasti bahasa Shakesphere sudah aku muntahkan untuk memujanya. Wanita memang cendrung romantis plus hiperbola kalau menyangkut urusan cinta..Dan nggak adilnya, dia suka pura-pura bego kalau aku bilang .<em>”I miss you.</em>..” atau .”<em>I love you</em>” saat perasaan hati berbunga-bunga kalau dia online di chattingan. Siyal, kayaknya yang tergila-gila Cuma aku nih disini&#8230;Dia mungkin Cuma sebagai pemeran pembantu alias ngga ada efek apa-apa dalam cerita cinta platonis ini. Gawat dong!</p>
<p>Dan aku membuang uang banyak untuk terbang kesini, menemui dia dibelahan bumi Eropa, Cuma mau tau gimana perasaan dia ke aku. Dan aku yakin aku bakalan kayak orang bodoh karena dia nggak merasa pernah menjanjikan sebuah hubungan serius ke aku, bahkan sekedar jatuh cinta sekalipun&#8230;.Idiotnya Zola!</p>
<p>Aku ingat waktu suatu ketika dia bilang bahwa sebaiknya kita ngga chatting lagi aja, karena dia takut merusak hubunganku dengan cowokku. Dan aku menolak mentah-mentah dengan dalih “kita kan teman?” padahal dihati ini dia sudah seperti pangerang ganteng nya Cinderella. Kadang kala dia tanya, boleh nggak nyium aku. Dan aku sok malu-malu, padahal jiwa dan (terutama) raga ini hanya buat dia seorang (mikirnya sih gitu). Jadi sebetulnya perasaan dan hubungan ini mau dibawa kemana, kuncinya sih ada di aku, Cuma aku gengsi dan masih bingung aja, kok hari gini baru suka sama cowok ganteng itu..</p>
<p>“ Zee! Kau lagi dimana sih! “ sebuah pekikkan membuyarkan memori flash back ku.</p>
<p>“ Ya didepanmu! Emangnya dimana lagi!”</p>
<p>“ Dari tadi aku manggil-manggil tau!”</p>
<p>“Yaudah, mau ngomong apaan sih, pake marah-marah segala!”</p>
<p>“ Abis dipanggil-panggil diem aja&#8230;” sungutnya kesal.</p>
<p>“ Sori..aku bener-bener bingung. Nggak nyangka aku se nekat ini bisa ada disini akhirnya.” Jawabku sendu.</p>
<p>“Aku ngerti, Zee..itulah makanya aku kaget. Aku bingung harus bagaimana menanggapi kehadiran kamu disini.”</p>
<p>“ Udahlah, Frans. Aku bisa pulang dua hari lagi. Mungkin besok aku bisa jalan-jalan dulu keliling Brusel. Nggak usah pusing dan merasa bersalah gitu&#8230;”  aku berusaha terlihat sok pasrah dihadapan cowok idamanku. Biarin deh, biar dia kasihan&#8230;</p>
<p>“Loh&#8230;loh..siapa yang merasa bersalah sih? Aku seneng kok kamu disini. Cuma aku masih kayak mimpi aja, Zee. Bisa lihat kamu lagi setelah 9 tahun ngga ketemu. Girang tapi juga bingung&#8230;”</p>
<p>“Udahlah. Yang harusnya bingung tentu aku. Kan aku yang sedang dalam proses menjalin hubungan dengan seseorang. Kau kan sedang dalam <em>healing process</em>, jadi ngga sepantasnya aku buat bingung dengan masalah ini. “</p>
<p>Dan tangan itu tiba-tiba menyentuh wajaku. Rasanya jantungku berhenti berdetak. Darahku berdesir cepat sekali, dan bahwa kenyataannya mulutku menganga dan mataku sedikit membelalak, itu Cuma satu dari sebagian efek kaget yang kuhadirkan dihadapannya..</p>
<p>“ Zee..terima kasih untuk ada di sini&#8230;” semua jadi gelap tiba-tiba&#8230;Nggak ding! Dia mencium bibirku lama dan dalam sekali. Napasnya berhembus pelan di pipiku, dan aku lemas&#8230;lemassssssss&#8230;&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/emptydishes.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/emptydishes.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=10&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/24/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World 3</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/23/hello-world-3/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/23/hello-world-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pria itu ada dihadapanku. Aku diam, bingung, tanganku basah. Mataku juga basah. Dan dia hanya diam menatapku tajam. Tak ada sepatah katapun yang diucapkannya, kecuali hanya memandangku. Ini sudah menit ke tigapuluh sejak dia kupersilahkan masuk ke kamar. “ Zee&#8230;” akhirnya! Ada suara juga dikamar ini! “ Ya&#8230;?” tapi suaraku masih tersangkut ditenggorokan nih! “ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=7&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pria itu ada dihadapanku. Aku diam, bingung, tanganku basah. Mataku juga basah. Dan dia hanya diam menatapku tajam. Tak ada sepatah katapun yang diucapkannya, kecuali hanya memandangku. Ini sudah menit ke tigapuluh sejak dia kupersilahkan masuk ke kamar.</p>
<p>“ Zee&#8230;” akhirnya! Ada suara juga dikamar ini!</p>
<p>“ Ya&#8230;?” tapi suaraku masih tersangkut ditenggorokan nih!</p>
<p>“ Sebetulnya ada apa..? Kenapa kamu bisa ada disini? Sendiri?” tanya Franco. Alis lebat yang menaungi matanya membuat mata itu terlihat lebih dalam dan tajam, seolah menusuk wajahku dengan kejamnya.</p>
<p>“ Aku ngga tau&#8230;” jawaban bodoh lagi&#8230;</p>
<p>“ Zee, ini bukan Bangkok. Ngapain sih kamu kesini?”</p>
<p><span id="more-7"></span>“ Kayaknya kamu seneng banget mengintimidasi aku ya! Ngga di chatt ngga disini! Aku capek tau sekian jam terbang hanya buat ketemu kamu! Hanya untuk memastikan ada masalah apa sama hati dan otakku yang isinya kamu dan kamu melulu!” cerocosku. Aku terkejut saat kalimat terakhir usai kuucapkan. Buru-buru kucari bantal dan menutup wajah merah ini.</p>
<p>“ Zee? Oke&#8230;Kamu mau ketemu aku ‘kan? Ini aku, Zee&#8230;Terus gimana?”</p>
<p>“Gimana apanya?”</p>
<p>“Zee!”</p>
<p>“ Aduh apaan sih! Jangan desak aku dong! Aku masih<em> jet lag</em> ,tau!”</p>
<p>&#8221; Kalau kamu <em>jetlag </em>terus kenapa kamu tadi telfon aku!&#8221;</p>
<p>&#8221; Ya karena cuma kamu yang aku tau tinggal di kota ini! Aku ngga kenal orang lain!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau gitu kamu kesini butuh aku kan? Terus aku ada disini, dan kamu diam aja? Buat apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku bingung! Aku yakin kamu tau aku bingung kenapa!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya ampun! Masalah itu lagi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya iyalah! Masalah apaan lagi!&#8221;</p>
<p>&#8220;Emangnya masalah itu ngga bisa kita bahas di <em>chatting</em>an aja? Kenapa harus jauh-jauh kemari sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sekarang aku udah disini,tau! Terus kamu mau aku pulang lagi?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya ngga gitu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus apa!!&#8221;</p>
<p>Astaganaga&#8230;dimana-mana selalu seperti ini. Kenapa sih kami ngga bisa ketemu diluar</p>
<p>suasana peperangan? Kenapa harus selalu ada intonasi tinggi di tiap obrolan kami sih! Kalau ngga karena salah paham, salah satu sedang bad mood, atau salah satu sedang capek. Tapi selalu begini!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/emptydishes.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/emptydishes.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=7&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/23/hello-world-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello World 2</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/23/6/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/23/6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emptydishes.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oke.. Sekarang aku dikamar. Aku sudah mandi. Aku sudah rileks. Harus ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengatasi kebodohan kronis ini. Aku sudah disini, di Eropa yang jaraknya ribuan kilo dari rumahku. Sekarang bukan saat yang tepat untuk melarikan diri. Bukan saat yang tepat untuk menyesali perbuatanku. Hadapi,hadapi,dan terkahir kau bisa meratapi kebodohan yang kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=6&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oke.. Sekarang aku dikamar. Aku sudah mandi. Aku sudah rileks. Harus ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengatasi kebodohan kronis ini. Aku sudah disini, di Eropa yang jaraknya ribuan kilo dari rumahku. Sekarang bukan saat yang tepat untuk melarikan diri. Bukan saat yang tepat untuk menyesali perbuatanku. Hadapi,hadapi,dan terkahir kau bisa meratapi kebodohan yang kau buat sendiri Zola&#8230;Tapi nanti! Menyalakan laptop dan menyambungkan koneksi internet mungkin bisa menjadi langkah awal yang cukup membanggakan ditengah suasana asing dan kesendirian yang mendalam. Nyali ciut? Lupakan!</p>
<p>Aha&#8230;dia  <em>online. Then do something, morron!!</em></p>
<p><em><strong><span id="more-6"></span>BUZZ!!</strong></em></p>
<p>mikethegoodone : hai&#8230;</p>
<p>cutie_girl28 : hai</p>
<p>mikethegoodone : lagi apa?</p>
<p>cutie_girl28 : hmm&#8230;baru mandi</p>
<p>mikethegoodone : oke, sekarang cerita deh, sebenernya ada apa sih?</p>
<p>mikethegoodone : kok bisa tiba2 sampe disini?</p>
<p>cutie_girl28 : sebetulnya sih ngga ada apa2..cuma iseng aja&#8230;</p>
<p>mikethegoodone : ??</p>
<p>mikethegoodone : iseng gimana maksudnya?</p>
<p>mikethegoodone : kamu tuh udah jalan jauh banget,</p>
<p>mikethegoodone : dari asia sana sampe ke eropa sini cuma iseng?</p>
<p>mikethegoodone : kebanyakan duit nih?</p>
<p>cutie_girl28 : aduuh&#8230;udah deh&#8230;</p>
<p>cutie_girl28 : aku udah pusing berat,</p>
<p>cutie_girl28 : bingung kenapa aku ada disini, oke?</p>
<p>mikethegoodone : emangnya kamu diculik apa,</p>
<p>mikethegoodone : sampe ngga sadar bisa terbang sekian ratus kilo begitu?</p>
<p>mikethegoodone : ada apaan sih sebenernya?</p>
<p>cutie_girl28 : duh&#8230;gimana yah&#8230;udah deehhh&#8230;.(icon pusing)</p>
<p>mikethegoodone : tunggu&#8230;</p>
<p>mikethegoodone : apa ini masalah itu lagi?</p>
<p>cutie_girl28 : he&#8230;?masalah apaan?</p>
<p>mikethegoodone : omigod!!</p>
<p>mikethegoodone :.beneran nih pasti masalah itu!</p>
<p>mikethegoodone : udah deh kita ketemuan aja!</p>
<p>mikethegoodone : serius!</p>
<p>cutie_girl28 : eh&#8230;jangan&#8230;ngga deh&#8230;nanti aja&#8230;oke? kapan-kapan&#8230;</p>
<p>mikethegoodone : zee, sekarang!</p>
<p>mikethegoodone :aku mau sekarang!</p>
<p>mikethegoodone : dimana kamu, aku akan nyusul kesana..</p>
<p>mikethegoodone : udah ngga usah basa-basi busuk lagi!</p>
<p>cutie_girl28 : aku di Ibis &#8230;</p>
<p>mikethegoodone : aku tahu tempat itu. tunggu aku.. kamar berapa?</p>
<p>cutie_girl28 : 121..eh&#8230;apa harus ketemu sekarang, frans?<br />
<em>mikethegoodone has been sign out</em></p>
<p>Ini  chatting pertama kami yang rasanya berat banget. Aku ngga sangka rupanya rasa menderita itu seperti ini. Gelisah, panik, bahagia, semua bergabung menjadi satu, membentu sebuah rasa yang namanya Sensasi. Uh..apa yang akan terjadi nanti yah..Tuhan&#8230;Tuhan&#8230;<br />
Mondar-mandir sambil ngintip di lobang pengintip di pintu kamar sama sekali ngga asik. Tapi Cuma itu yang saat ini enak dikerjakan. Diluar cuaca dingin, minus tiga derajat. Mau jalan-jalan, hati masih gundah gulana. Mau merana terus di dalam kamar sambil tiduran, rasanya seperti terus menerus kebelet pipis. Duh!</p>
<p>Jam berjalan lambat sekali. Ngga ada bagus-bagusnya marah-marah sama jam yang jarumnya bergerak pelan, tapi mau coba-coba nekat nelfon dia, kayaknya aku belum se pede itu. Duh&#8230;kapan sih terakhir aku ngerasa jatuh cinta?</p>
<p>Apa?! Jatuh cinta? Tuh lihat, kakimu saja sampai berhenti bergerak, saking kagetnya sama perasaan di hati kamu dan kesimpulan yang dibuat sama otak bodohmu!  Yap, kesimpulannya, kamu jatuh cinta lagi. Sama orang yang sangat salah, dalam keadaan yang sangat ngga mungkin, dan di waktu yang ngga penting! Terus gimana dengan Joan? Gimana dengan cincin yang ada dijarimu itu?</p>
<p>Cinta memang ngga tahu diri. Tidak ada kata yang tepat menggambarkannya, dan kadang juga datang kepada pasangan yang tidak semestinya. Dan hari ini, setelah membuang uang ratusan dolar untuk menginjakkan kaki di negeri nun jauh ini, dan malah aku jadi kebingungan sendiri, kenapa aku ada disini. Bukannya ini yang aku mau?</p>
<p>“ Aku ada di lobby. Bisa turun? “ kenapa sih laki-laki suka banget pakai kalimat perintah?</p>
<p>“ Ngga bisa. Kakiku beku..” jawabku cepat. Maksudnya, beku saking cemas dan panik!</p>
<p>“ Beku gimana? Ya udah, aku naik sekarang!” Aduh&#8230;selamat tinggal dunia!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/emptydishes.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/emptydishes.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=6&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/23/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/22/hello-world/</link>
		<comments>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 10:38:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirty little secret</dc:creator>
				<category><![CDATA[stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Sial.. Rasa ini makin menjadi-jadi. Padahal sudah berkali-kali dia dan aku membahas ini. Berulang kali! Cincin dijariku, dan cincin di jarinya. Oke..fine..Dia memang akan bercerai. Tapi bukan alasan aku bisa mendekatinya dengan benteng pernikahan yang akan datang mengelilingiku,&#8217;kan? Jeez.. Kalau ada manusia paling bodoh di dunia, pasti aku orangnya. Untuk apa aku menginjakkan kaki di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=1&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sial..</p>
<p>Rasa ini makin menjadi-jadi. Padahal sudah berkali-kali dia dan aku membahas ini. Berulang kali!<br />
Cincin dijariku, dan cincin di jarinya. Oke..fine..Dia memang akan bercerai. Tapi bukan alasan aku bisa mendekatinya dengan benteng pernikahan yang akan datang mengelilingiku,&#8217;kan?</p>
<p>Jeez..<br />
Kalau ada manusia paling bodoh di dunia, pasti aku orangnya. Untuk apa aku menginjakkan kaki di bandara ini,kemudian memutar nomor telfonnya? Ini jam 7 pagi waktu setempat. Aku masih ingat suaranya pagi ini, saat mengangkan ponselnya.</p>
<p><span id="more-1"></span>&#8221; Gutenmorgen, kann ich mit frei sprechen? &#8220;stupid&#8230;stupid&#8230;stupid Zola!! bahasa Jerman yang nge pas banget, ini juga harus nyontek dari kamus elektronik! Dia ngerti nggak yah?</p>
<p>&#8221; Mit ja wem bin ich sprechend? &#8221; waduh, apa artinya tuh? akhirnya aku memutuskan menjadi diri sendiri.</p>
<p>&#8221; Halo.. Bisa bicara dengan Franco&#8230;?&#8221;</p>
<p>&#8221; Eh&#8230;? Dari mana?&#8221; suaranya seratus persen bingung. Di negara Eropa dengan bahasa yang aneh begitu, aku menyapanya dengan bahasa Ibu. Jelas aku pendatang, jelas aku bukan warga Austria!</p>
<p>&#8220;Halo?&#8221; Franco menyahut dari seberang sana. Aku gemetar. Telfon kumatikan. Bandara cukup lengang, aku bisa bebas menggunakan telfon umum ini selama aku mau. Maka aku memutuskan untuk mematung dulu didepan telfon umum ini.</p>
<p>Sepuluh menit berlalu, dan aku persis orang bodoh mencari bantuan ditengah hutan gelap. Bingung, panik, dan merasa amat sangat bodoh! Aku mau pulang! Kemana? Aku sudah disini!<br />
Aku memutuskan memutar nomer keramat itu lagi. Kali ini, dengan menarik nafas panjang dan menutup mataku rapat-rapat. Rasa malu, enyahlah!</p>
<p>&#8221; Halo&#8230;.?&#8221; suara Franco yang dalam dan empuk menyapa telingaku lagi. Kali ini tak boleh gagal!</p>
<p>&#8221; Franco&#8230;ini aku&#8230;&#8221;astaga Zola, memangnya ada berapa orang yang sehari-hari bisa berbahasa Ibu dengannya?bagaimana dia bisa tahu ini kau! sebut namamu!</p>
<p>&#8221; Ya, siapa&#8230;?&#8221; tanyanya. Suara bingung membuat ujung kalimatnya meninggi.</p>
<p>&#8221; Zola&#8230;.&#8221; kami terdiam lama. Franco menghembuskan napas beratnya. Dan aku terdiam.</p>
<p>&#8221; Zola? benar ini kau? Dimana kau sekarang?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8221; Di kotamu&#8230;. &#8221; jawabku. Franco terdengar terkejut, tarikan nafas pelan dan tiba-tibanya yang mengatakan itu.</p>
<p>&#8221; Astaga!Serius? Dimana?&#8221;</p>
<p>&#8221; Masih di Bandara&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Dengan siapa kau kemari?&#8221;</p>
<p>&#8221; Sendiri&#8230;.&#8221; jawabku, antara memberitahu dan mengiba.</p>
<p>&#8221;  What?? Kau menginap dimana?&#8221;</p>
<p>&#8221; Entahlah..dihotel pertama yang akan kutemui.. Well, aku menelfon hanya untuk mengabarimu aku disini. Nanti aku hubungi kau lagi&#8230;&#8221; kataku mengambang. Ragu.</p>
<p>&#8221; Zee? Kau baik-baik saja?&#8221; tanyanya, sudah pasti kebingungan juga.</p>
<p>&#8221; Sudah pasti tidak, tapi aku hidup. Oke, aku pergi dulu, nanti aku hubungi.. online ya. Aku mau chatt kalau kau sempat&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Uh&#8230;oke&#8230;Kalau begitu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Sampai nanti&#8230;.&#8221; astaga&#8230;.kaku sekali!!!!</p>
<p>Setelah akhirnya bisa melepaskan diri dari situasi kaku itu, aku bergerak menuju meja penerangan, mencari informasi hotel, peta, dan kemudian mencegat sebuah taxi. Aku ingin istirahat setelah perjalanan 14 jamku yang melelahkan, dan dibuka dengan pagi yang penuh kebodohan.. Aku butuh berendam air panas!</p>
<p>Hotel kecil ini cukup nyaman. Setelah merapikah barang-barang, memesan sarapan ke kamar, aku melompat kedalam bathtub standar berisi air panas dan minyak lavender. Resahku berkurang, rasanya badan segar. Meski fasilitas minimalis, tapi seboodo amat, yang penting ada  bathtub!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/emptydishes.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/emptydishes.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emptydishes.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emptydishes.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emptydishes.wordpress.com&amp;blog=4040611&amp;post=1&amp;subd=emptydishes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emptydishes.wordpress.com/2008/06/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59d7d83c1e9c8b2e4b28055443b13b62?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirty little secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
