“Oke…oke… Sori..Aku ngga maksud bikin kamu ilfil, tapi kamu juga suka mancing kedaan jadi nggak kondusif, Zee..” suara Franco melembut.
“Yea…whatsoever! Ngeselin banget sih!” .. dan aku tetap menguatkan intonasi.
“Heh, kamu itu sebenernya kesel apa malu!”…dan dia menyahut dengan intonasi tinggi kembali!
“ Kalau aku malu? Kenapa?”
“Ya justru itu aku mau Tanya! Kenapa juga kamu pake malu segala?”
“ Karena aku ngga tau kamu suka aku atau engga, tapi aku jauh-jauh dari Bangkok ke sini cuma buat ngejar-ngejar suami orang yang sebentar lagi mau bercerai! Dan aku menelantarkan janji nikahku yang tinggal beberapa bulan lagi demi membenarkan hatiku yang selalu ada gambar muka kamu nya!” aku memekik sambil lompat-lompat diatas sofa. Franco tertawa geli, puas sekali! Aku menimpuknya dengan botol air mineral yang isinya tinggal seperempat.
“Ouch! Oke..oke…bisa kita bicara serius sekarang? Kali ini please jangan pake marah..oke? Sekarang kamu bisa turun dari sofa dan kita bicara…”kali ini, suaranya persis seperti belasan tahun lalu, dimasa pertama kali kami bertemu.
Oke, singkat saja. Franco adalah teman high school ku dulu, sebelum aku pindah ke Bangkok. Kami hanya sempat berteman selama 1 tahun karena setelah itu dia menghilang entah kemana, ngga melanjutkan sekolahnya. Dan pada masa itu, aku sama sekali nggak naksir dia. Dia pacaran dengan teman sekolahku—tepatnya: teman-teman sekolahku.
Aku sebetulnya suka sama dia pada masa high school dulu. Tapi aku sudah punya cukup banyak pacar untuk diperhatiin. Bukannya sombong, apalagi bohong. Tapi aku Ratunya gonta ganti pacar waktu SMA. Rasanya rugi banget kalo ada cowok cakep yang ngga sempat jadi pacarku. Jadi pacaran bertahannya cuma 3 bulan aja..(Ibu selalu malu kalau ditanya siapa pacarku. Habis dia ngga pernah inget sama semua cowok yang aku bilang ,” Pacar aku!”). Jadi saat itu nggak mungkin rasanya mencoba merambah hati Franco, ditambah lagi saat itu dia jadi idola cewek-cewek di sekolahku. Pembawaannya yang kalem, simpel, cool dan jago basket. Siapa yang nggak mau dipacarin sama anak basket pada masa SMA?
Kemudian kami ketemu lagi saat seorang mantan cowok gebetan ku memberikan alamat e-mail Franco. Aku pikir, mengingat pada saat SMA aku dan Franco cukup berteman baik, kenapa tidak mengetahui kabarnya saat ini? Sudah sekitar 9 tahun tidak bertemu, pasti ada banyak cerita yang akan kami bagi bersama.
Akhirnya aku menambahkan alamat e-mail nya di instant messenger ku. Kita sering ngobrol setelah itu. Tapi kok lama-lama aku jadi suka sama dia? Apa ini rasa cinta yang ter tunda setelah sekian lama? Apa ini karena dulu aku sok jual mahal nggak mau terlibat rasa cinta sama Franco sehingga setelah sekian lama aku ngga ketemu dia, aku jadi jatuh cinta sama dia?
Aku bisa suka sama Franco, jujur aja, karena wajahnya yang ganteng banget. Suaranya jadi nilai plus buat aku, karena kupingku selalu terbuai dengan suaranya yang empuk dan dalam banget untuk di dengar. Lagian, Franco kalau dilihat-lihat mirip Craig David. Hehehe….(beneran loh aku nggak bohong!)
Aku nggak tau apa yang disuka Franco dari aku. Aku nggak pernah nanya. Kalau aku tanya, seperti jawaban cowok standar lainnya, palingan karena aku baik, mau dengerin dia, mau bersimpati atas musibah dalam keluarganya, dan karena dia mau cerai dan kebetulan aku masuk kedalam kehidupannya….yah, standar lah!
Coba kalau dia tanya aku, pasti bahasa Shakesphere sudah aku muntahkan untuk memujanya. Wanita memang cendrung romantis plus hiperbola kalau menyangkut urusan cinta..Dan nggak adilnya, dia suka pura-pura bego kalau aku bilang .”I miss you...” atau .”I love you” saat perasaan hati berbunga-bunga kalau dia online di chattingan. Siyal, kayaknya yang tergila-gila Cuma aku nih disini…Dia mungkin Cuma sebagai pemeran pembantu alias ngga ada efek apa-apa dalam cerita cinta platonis ini. Gawat dong!
Dan aku membuang uang banyak untuk terbang kesini, menemui dia dibelahan bumi Eropa, Cuma mau tau gimana perasaan dia ke aku. Dan aku yakin aku bakalan kayak orang bodoh karena dia nggak merasa pernah menjanjikan sebuah hubungan serius ke aku, bahkan sekedar jatuh cinta sekalipun….Idiotnya Zola!
Aku ingat waktu suatu ketika dia bilang bahwa sebaiknya kita ngga chatting lagi aja, karena dia takut merusak hubunganku dengan cowokku. Dan aku menolak mentah-mentah dengan dalih “kita kan teman?” padahal dihati ini dia sudah seperti pangerang ganteng nya Cinderella. Kadang kala dia tanya, boleh nggak nyium aku. Dan aku sok malu-malu, padahal jiwa dan (terutama) raga ini hanya buat dia seorang (mikirnya sih gitu). Jadi sebetulnya perasaan dan hubungan ini mau dibawa kemana, kuncinya sih ada di aku, Cuma aku gengsi dan masih bingung aja, kok hari gini baru suka sama cowok ganteng itu..
“ Zee! Kau lagi dimana sih! “ sebuah pekikkan membuyarkan memori flash back ku.
“ Ya didepanmu! Emangnya dimana lagi!”
“ Dari tadi aku manggil-manggil tau!”
“Yaudah, mau ngomong apaan sih, pake marah-marah segala!”
“ Abis dipanggil-panggil diem aja…” sungutnya kesal.
“ Sori..aku bener-bener bingung. Nggak nyangka aku se nekat ini bisa ada disini akhirnya.” Jawabku sendu.
“Aku ngerti, Zee..itulah makanya aku kaget. Aku bingung harus bagaimana menanggapi kehadiran kamu disini.”
“ Udahlah, Frans. Aku bisa pulang dua hari lagi. Mungkin besok aku bisa jalan-jalan dulu keliling Brusel. Nggak usah pusing dan merasa bersalah gitu…” aku berusaha terlihat sok pasrah dihadapan cowok idamanku. Biarin deh, biar dia kasihan…
“Loh…loh..siapa yang merasa bersalah sih? Aku seneng kok kamu disini. Cuma aku masih kayak mimpi aja, Zee. Bisa lihat kamu lagi setelah 9 tahun ngga ketemu. Girang tapi juga bingung…”
“Udahlah. Yang harusnya bingung tentu aku. Kan aku yang sedang dalam proses menjalin hubungan dengan seseorang. Kau kan sedang dalam healing process, jadi ngga sepantasnya aku buat bingung dengan masalah ini. “
Dan tangan itu tiba-tiba menyentuh wajaku. Rasanya jantungku berhenti berdetak. Darahku berdesir cepat sekali, dan bahwa kenyataannya mulutku menganga dan mataku sedikit membelalak, itu Cuma satu dari sebagian efek kaget yang kuhadirkan dihadapannya..
“ Zee..terima kasih untuk ada di sini…” semua jadi gelap tiba-tiba…Nggak ding! Dia mencium bibirku lama dan dalam sekali. Napasnya berhembus pelan di pipiku, dan aku lemas…lemassssssss…….
Yang nulis T.O.P banget! Yang ditulis juga T.O.P banget! Mengingatkan waktu gue SMA dulu, gue juga pernah mengalami hal yang sama..
Comment by uciano — June 24, 2008 @ 8:51 am |