Tau rasanya jatuh cinta pada orang yang salah? Menyakitkan!
Kalau aku maju,aku nekat menjalani ini, maka hasilnya bisa ditebak: aku akan berjalan diatas duri. Kalau aku mundur dan berbalik lari menjauh, aku akan membawa Franco dalam mimpi-mimpiku untuk beberapa tahun kedepan..Intinya: BRENGSEK!!
Aku benar-benar kesal ngga keruan. Bagaimana bisa aku terbuai cinta yang ngga pernah aku dapatkan? Bagaimana bisa aku terus bergumul dalam romantisme khayalan yang kubangun dan kubuat sendiri? Yang lebih canggih lagi: Franco ngga perrnnaahh bilang AKU CINTA KAMU, dan aku tetap menancapkan kakiku di Wina..Sinting…Otakku pasti goyang-goyang kayak sepiring Jelly-O..giggle-giggle kesana kemari..
Badanku meriang. Aku kurang tidur. Aku lelah menangis meratapi kenyataan bahwa ada banyak hal yang harus aku benahi untuk bisa bersama Franco. Kalau aku meninggalkannya, aku hanya harus membenahi bil hotel dan tiket pulang ke Bangkok..Nggak ribet banget sih..
Akhirnya ada juga kejadian yang merobek tampungan air mataku.
Malam ini, ponselku kedap-kedip saat aku bengong di kamar hotel. Abby menelfon.
“Zee…ehmm..haiii…” aku yakin dia bilang hai dengan bibir jebleh kebawah.
“Apaan. Aku mau bobo..udah kelar belom urusanmu?”
“Ehm..ehemm…ini bukan tentang aku Ze..ini…uhm…ada cowokmu disini…”aku mendadak terserang malaria. Entah kenapa rasanya panas dan dingin di wajah dan tubuh seketika menjalar. Aku shock!
(more…)